
Bandung • Indonesia
Melalui pendekatan abstrak Muhammad Reggie Aquara mengeksplorasi tekstur, materialitas, dan gestur. Ia menempuh pendidikan seni rupa di Institute Teknologi Bandung, dan lulus pada tahun 2006 dari studio seni lukis. Dalam praktiknya, Reggie mengembangkan bahasa visual yang berangkat dari eksplorasi “mark making” dan teknik impasto, menghadirkan permukaan lukisan yang padat, berlapis, dan tak jarang bersifat taktil. Karyanya sering memadukan sensibilitas abstraksi dengan pendekatan material yang eksperimental, termasuk ketertarikan pada kualitas “frosting” atau lapisan yang mengingatkan pada dekorasi objek sehari-hari. Pada 2025, karya-karyanya dipresentasikan dalam sejumlah pameran, antara lain Art Jakarta, ADU MANIS di Komunitas Salihara bersama Artsociates, ARTSUBS: Material Ways di Balai Pemuda Surabaya, KIASMOS di Langgeng Art Foundation Yogyakarta, serta Art Jakarta Gardens. Pada 2024, ia mengikuti pameran duo Verbatim bersama Gabriel Aries di Art Jakarta, Telapak Sendiri: Tutur Terbelah di Lawangwangi Bandung, Bandung Painting Today di Grey Art Gallery, Art Jakarta Gardens, dan On Form and Narrative di NEO Gallery Jakarta. Sebelumnya, Reggie menggelar pameran tunggal Rorschach and Roll di Gallery Rachel, Jakarta (2012). Karyanya juga pernah dipresentasikan dalam konteks internasional, termasuk di Kuala Lumpur, Selandia Baru dan Australia. Dalam beberapa tahun terakhir, praktik artistiknya semakin mengarah pada eksplorasi antara abstraksi, material keseharian, dan narasi konseptual yang lebih luas. Selain berkarya di studio yang berbasis di Lembang, ia juga terus mengembangkan kemungkinan medium dan pendekatan baru, termasuk ketertarikan pada material non-konvensional sebagai bagian dari wacana seni kontemporer.