
Yogyakarta • Indonesia
Tri Julianto menyelesaikan pendidikan Seni Rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Praktik artistiknya berangkat dari pengalaman hidup di Demak, sebuah kota di pesisir utara Jawa yang menyimpan kekayaan tradisi sekaligus menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Melalui karya-karyanya, Tri berupaya merefleksikan dinamika kehidupan masyarakat pesisir, perubahan lanskap, serta hubungan antara manusia, ruang, dan ingatan kolektif. Baginya, seni merupakan medium untuk menyuarakan pengalaman lokal sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi kampung halamannya.”Saya ingin menjadi bagian terkecil dari pondasi proses menuju Demak untuk lebih baik,” ujarnya. Karya-karyanya menghadirkan dialog antara realitas sosial dan refleksi personal, sehingga mengundang penonton untuk melihat kembali relasi antara identitas, tradisi, dan perubahan yang berlangsung di wilayah pesisir utara Jawa. Konsistensi eksplorasi tersebut membawanya terpilih sebagai finalis UOB Painting of the Year kategori Emerging Artist pada tahun 2023 dan 2025. Selain itu karya Tri juga digelar dalam pameran 1ST GREY Annual Award di Bandung (2023 dan 2026), Art Jakarta Paper (2026) dan finalis ORASIS Art Prize Surabaya (2026). Pada tahun 2026, ia menggelar pameran tunggal bertajuk Membangun Rumah di Utara Pesisir di Yogyakarta yang memperdalam eksplorasinya mengenai memori, ruang hidup, dan transformasi lingkungan pesisir sebagai bagian dari pengalaman kolektif masyarakat Demak.

Yogyakarta • Indonesia
Tri Julianto menyelesaikan pendidikan Seni Rupa di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Praktik artistiknya berangkat dari pengalaman hidup di Demak, sebuah kota di pesisir utara Jawa yang menyimpan kekayaan tradisi sekaligus menghadapi berbagai persoalan sosial dan lingkungan. Melalui karya-karyanya, Tri berupaya merefleksikan dinamika kehidupan masyarakat pesisir, perubahan lanskap, serta hubungan antara manusia, ruang, dan ingatan kolektif. Baginya, seni merupakan medium untuk menyuarakan pengalaman lokal sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masa depan yang lebih baik bagi kampung halamannya.”Saya ingin menjadi bagian terkecil dari pondasi proses menuju Demak untuk lebih baik,” ujarnya. Karya-karyanya menghadirkan dialog antara realitas sosial dan refleksi personal, sehingga mengundang penonton untuk melihat kembali relasi antara identitas, tradisi, dan perubahan yang berlangsung di wilayah pesisir utara Jawa. Konsistensi eksplorasi tersebut membawanya terpilih sebagai finalis UOB Painting of the Year kategori Emerging Artist pada tahun 2023 dan 2025. Selain itu karya Tri juga digelar dalam pameran 1ST GREY Annual Award di Bandung (2023 dan 2026), Art Jakarta Paper (2026) dan finalis ORASIS Art Prize Surabaya (2026). Pada tahun 2026, ia menggelar pameran tunggal bertajuk Membangun Rumah di Utara Pesisir di Yogyakarta yang memperdalam eksplorasinya mengenai memori, ruang hidup, dan transformasi lingkungan pesisir sebagai bagian dari pengalaman kolektif masyarakat Demak.